malam makin larut, jalanan mulai sunyi
tidak denganku, mataku tetap terjaga
menatap nanar, mencari arti sebenarnnya
sbuah bingkai kisah didepanku
detik jam beradu dengan detak jantungku
darahku berdesir menahan gejolak amarah
aku pilih menangis dalam diam
membiarkan sgala perkiraan
menyeruak dalam otakku
slama ini aku berusaha n berjuang
menjadi wanita yang tangguh
yang tak mudah terkikis lara
yang tak mudah dilambung angan asa
smuanya luruh seketika
mataku panas
terjatuh satu dua airmataku
bukan, bukan itu yang kutangisi
bukan seperti yang dipermukaan
bukan seperti yang kalian kira
yang kutangisi yang jauh dlam kisah itu
dapatkah kalian lihat gerak geriknya?
ya, aku tau kalian hanya menganggap biasa
karna kalian bukan aku
namun aku melihatnya mnggunakan hatiq
hatiq pribadi bukan kalian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar